Format Kelas IP Address

Format IP address versi IV (IPV4)

Wednesday, April 2, 2008 4:54:38 AM

Format IP address IV (IPV4)

Ip address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik.
Bentuk IP address xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
simbol x dapat digantikan oleh angka 0 dan 1

contoh = 11000001.10010011.01010101.11110011
193 . 147 . 85 . 243

mari berhitung
dari kanan sendiri 11110011

format biner dari kanan ke kiri

1*(2^7)+1*(2^6)+1*(2^5)+1*(2^4)+0*(2^3)+0*(2^2)+1*(2^1)+1*(2^0)=
128 + 64 + 32 + 16 + 0 + 0 + 2 + 1
=> 243

Format IP address berdasarkan kelas

KELAS A

0xxxxxxx.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh

byte pertama = 0-127
jumlah = 126 kelas A (0 dan 127 ) di cadangkan
Range IP = 1.xxx.xxx.xxx – 127.xxx.xxx.xxx

Private address = 10.0.0.0.0 – 10.255.255.255
addreess 127 secara default digunakan untuk keperluan loopback

KELAS B

10xxxxxx.xxxxxxxx.hhhhhhhh.hhhhhhhh

byte pertama = 128 -191
jumlah = 16384 kelas B
range ip = 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx

Private address = 172.16.0.0 – 172.31.255.255

KELAS C

110xxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.hhhhhhhh

byte pertama = 192 – 223
jumlah = 2097152 kelas C
range ip = 192.0.0.xxx – 223.255.255.255

Private addreess = 192.168.0.0 192.168.255.255

KELAS D

1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm

Byte inisial = 224 – 247
Deskripsi = Kelas D adalah Ruang alamat multicast

KELAS E

11111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr

Byte inisial = 248 – 255
Deskripsi = Alamat yang dicadangkan untuk eksperimental

Untuk lebih detail address IPV4 di dunia bisa kunjungi di
http://www.iana.org/assignments/ipv4-address-space
http://www.domaintools.com/internet-statistics/country-ip-counts.html

Private IP Addresses

Alamat ini bisa digunakan pada jaringan private tetapi tidak routable
di Internet.Di desain dengan tujuan untuk kebutuhan keamanan dan
menghemat space IP address.

CMIIW

source : TCP/IP Standar Desain dan Implementasi Onno W Purbo hal 64 – 70
CCNA Fourth Edition Todd Lammle
http://www.google.com

Pembagian kelas IP Networking

Internet [International Network] merupakan sebuah “jaringan raksasa” yang terdiri atas komputer-komputer yang saling terhubung satu dengan yang lain. Untuk dapat saling berkomunikasi masing-masing komputer harus mempunyai kartu jaringan dimana kartu jaringan ini mempunyai no identitas yang unik. sebagai contoh no ID kartu jaringan yang penulis miliki adalah 00:50:FC:FE:B1:E9 susah sekali untuk ditulis ataupun diingat kan ?? dan tentunya kita akan sangat kesulitan bila harus mengingat semua no ID kartu jaringan yang ada. Untuk memudahkan hal itu maka digunakan protokol TCP/IP pada setiap komputer dimana setiap komputer yang menggunakan protokol ini harus memiliki nomor yang disebut sebagai alamat IP sehingga untuk melakukan koneksi kita tinggal menggunakan no IP komputer yang tentunya hal ini lebih mudah daripada menggunakan no ID kartu jaringan kita.

Penomoran IP hanya digunakan untuk memudahkan saja karena untuk berkomunikasi antara komputer yang satu dengan yang lainnya tetap menggunakan no ID kartu jaringan yang sudah diakomodasi oleh protokol TCP/IP. Untuk IPv4 nomor IP terdiri atas 32 bit dan dibagi menjadi 2 buah field yaitu :
net id yang menunjukan jaringan kemana host dihubungkan.
host id yang memberikan suatu pengenal unik pada setiap host pada suatu jaringan.

Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi 4 nilai numerik yang masing-masing bernilai 8 bit. Misalnya saja no IP 192.168.19.1 sebenarnya adalah 11000000 10101000 00010011 00000001 dimana 11000000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 192, 10101000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 168, 00010011 merupakan bilangan binary 8 bit dari 19 dan 00000001 yang merupakan bilangan binary 8 bit dari 1. Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0.0.0.0 sampai dengan alamat 255.255.255.255 sehingga jumlah maksimal alamat IP yang bisa dipakai adalah 28 x28 x 28 x28 = 4294967296. Untuk memudahkan pengelolaan alamat IP dari jumlah IP address sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan ID-NICnya menjadi sebagai berikut ini :
Alamat IP kelas A dimulai dari bit awal 0. Oktet pertama dari berupa net id dan sisanya adalah host id.
Alamat IP kelas B dimulai dari bit awal 10. Dua oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya digunakan untuk host id.
Alamat IP kelas C dimulai dari bit awal 110. Tiga oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya digunakan untuk host id.
Alamat IP kelas D dimulai dari bit awal 1110. Alamat IP kelas D digunakan untuk untuk mendukung multicast.
Alamat IP kelas E dimuladi dari bit awal 11110. Alamat IP kelas ini digunakan untuk tujuan eksperimen.

Kelas-kelas IP Address
——————————-
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP

1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

Network ID = 113

Host ID = 46.5.6

Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1

Network ID = 132.92

Host ID = 121.1

Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Sumber : http://free-7.blogspot.com

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: